Showing posts with label repek. Show all posts
Showing posts with label repek. Show all posts

Thursday, November 29, 2012

Never Been Kissed

This is the biggest confession I ever made for my whole entire life!!! Damn!!! 

Well, November always become the 'winter season' of mine.. (musim hujan je pun tapi sejuk sampai mencucuk tulang kering!) When it's cold, the best place to go is your bedroom and get comfy under the blanket. Oh my.. it's so heaven and for these previous years I've been doing this thingy happily. But this time, I feel a little bit lonely and sad as well. 

              Saban masa dari dahulu kala, buat segala perkara yang saya inginkan lakukan biarpun hanya sekali sudah cukup menggembirakan hati tapi pada hari ini saya cukup sedar yang saya sangat keseorangan tanpa sesiapa di sisi biarpun secebis kenangan sekalipun.

Yeap, I never experience any of these feeling with somebody.(If you know what I mean) And I know that it needs a very high determination to tell 'this' to the public (here). And when I found this video, I feel more and more lonely. *sigh

But anyway, life must goes on kan.... Just be optimist... You'll never know what God had planned for you. So, enjoy the video. A great singer from Philippines who sings a great song that really make me feel so fool uhuk uhuk.... Listen to the lyrics then you'll understand...


 Question :Should I feel a shame telling you this??
Answer : A big YES!!!
Mode : Menyesal 
~tintaku...
menutup kepala guna penutup pen...~

Monday, August 22, 2011

Luncai dengan Labu-labunya

Keceluparan yang biasanya akan mengundang bala. Keselambaan melontarkan kata tanpa usul dan kesesuaian tema dan suasana. Saya percaya isu ini banyak berlaku dikalangan kita semua.

(Maaf jika intro kali ini terlalu ceroboh. Salam buat buat semua. Lama bertapa menyendiri tiba-tiba nak berkata semberono saja hehe)

Pengalaman saya berpindah randah meneruskan hidup sepanjang pertapaan saya membuatkan saya terfikir sendiri, bahawa dunia takkan lari dari orang-orang sebegini. Alasan mudahnya, "kita ada hak berkata, mengapa harus disia-siakan?' Demi untuk mendapatkan keadilan yang kononnya mulai goyah dan dipertikaikan malah untuk meluluhkan takhta seseorang, kita tidak perlu hendak melihat pada lanskap yang lebih besar, lihat saja pada kehidupan kita di PEJABAT.

Soal majikan yang kurang adil, pekerja yang kurang mendapat manfaat saya kira satu gambaran biasa di mana-mana. Maka di situlah tercetusnya semangat Sang Luncai ini. Melontarkan bahasa kurang enak dengan harapan pihak tertentu akan terasa dan muhasabah diri. Hmm, saya hanya boleh cakap itu semua bullshit.

Dunia yang sememangnya luas ini, semestinya memberikan kita bermacam-macam rezeki dalam setiap sudut. Bergantung bagaimana kita memperolehnya tidak kiralah perlu dikosinuskan atau mahu diteorem pitagoraskan. Rezeki itu tetap akan disalurkan kepada setiap umat di dunia ini. Berbeza dengan Luncai, dia melontarkan bisa kata-kata dan juga tipu helah politik demi mencapai objektif dirinya. Dan harus ingat, tidak semua mampu menjadi seperti Luncai. Ada yang terus tersimpuh dan ada juga yang terpaku mengalir air mata deras bila saja ditekan.

Munngkin ada yang mengatakan saya pengecut bila mana saya mengambil keputusan untuk berundur dari terus berhadapan dengan situasi ini. Ya, saya gagal menyanggah semua ini. Saya bukan Luncai. Tapi setidak-tidaknya Si Luncai masih ada labu-labunya. Kita???

tintaku menari,
tariannya tajam sekali....